alfabet
alfabet

Tips Mengajarkan Alfabet Pada Anak Usia Dini

Huruf dan angka alfabet adalah sesuatu yang harus diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Keduanya merupakan dasar untuk dapat membaca dan menulis. Biasanya diperkenalkan ketika anak berusia dua tahun, tetapi jika anak menunjukkan minat belajar sebelum berusia dua tahun, ayah dan ibu dapat mengajari anak tersebut.

Mengajar anak kecil membutuhkan kesabaran. Tapi jangan khawatir, ketika pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan, anak-anak pasti akan tertarik untuk belajar. Misalnya sambil bernyanyi, membaca, dan bermain. Orang tua dapat melakukan tips berikut untuk membantu anak mengenali huruf-huruf alfabet.

Pelajari alfabet dengan bernyanyi

Mengenalkan alfabet dengan bernyanyi merupakan hal yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak-anak. Dia tidak merasa seperti sedang belajar, tetapi melakukan sesuatu yang menyenangkan yang dia sukai. Ajaklah anak-anak untuk menyanyikan lagu “A-B-C-D-E-F-G” secara teratur dan riang. Lebih asyik jika Mom dan Dad menyanyikannya dengan iringan musik.

Mulailah dengan huruf dalam nama anak

Mulai mengenalkan huruf yang dinamai menurut nama diri sendiri adalah cara paling efektif untuk mengajari anak. Dia harus tahu namanya, karena setiap kali dia melihatnya, orang tuanya dan orang lain memanggilnya.

Jadi, nama itu pasti sudah terserap ke dalam otaknya agar anak bisa lebih mudah mengingat huruf-huruf yang diajarkan. Ibu dan Ayah bisa membantunya mengeja setiap huruf namanya. Misalnya, namanya Lily dan namanya dieja “L-I-L-I, LILI”. Lakukan berulang-ulang, jangan dipaksakan, buat anak Anda tertarik dan penasaran dan terus belajar mengeja huruf pada benda lain.

Tempel huruf di dinding

Pernahkah Anda melihat poster dengan huruf dan angka? Nah, ibu dan ayah bisa memperkenalkan anak-anak mereka pada huruf yang cukup besar untuk ditempel di dinding. Dengan begitu, anak akan mengetahui bentuk tulisan dari setiap huruf yang sering dilantunkan.

 

Belajar dari buku alfabet dan cerita menarik

Berikan buku yang berisi huruf tampilan yang menarik. Misalnya, huruf membentuk karakter kartun atau binatang lucu. Hal ini akan membuat anak semakin tertarik dan penasaran dengan surat tersebut.

Ayah ibu juga bisa membaca beberapa novel ringan, seperti dongeng “Kancil”. Selain membantu anak mengenal abjad, membaca buku cerita yang menarik secara rutin juga dapat mendorong anak untuk lebih banyak membaca di kemudian hari.

Perkenalkan huruf melalui game

Anak-anak sangat menikmati kegiatan yang berhubungan dengan bermain. Agar anak tidak bosan saat belajar abjad, orang tua bisa mengenalkan abjad kepada anak sambil bermain. Seperti puzzle huruf dan kotak huruf. Minta anak-anak menebak bentuk huruf yang diucapkan Ibu dan Ayah. Ketika huruf B disebutkan, mintalah anak untuk menemukan potongan atau kotak teka-teki tempat huruf B ditulis. Itu menyenangkan, bukan?

Terapkan metode pembelajaran berulang

Pengulangan atau repetisi pembelajaran adalah suatu cara agar apa yang diajarkan kepada anak dapat diserap dan diingat. Ulangi, misalnya, mengajar anak huruf A minggu depan, huruf B minggu depan, huruf C minggu depan, dan seterusnya. Jadi, sepanjang minggu, anak-anak hanya fokus pada satu huruf sebelum pindah ke huruf lain.

Bagaimana, Mom dan Dad mau mencoba cara di atas untuk mengenalkan alfabet pada anak? Untuk membantu anak Anda belajar huruf dan angka, Anda dapat mengunjungi Sekolah.mu atau klik di sini. Gunakan pendekatan pembelajaran gabungan untuk literasi dan numerasi di tingkat ECD. Oleh karena itu, pembelajaran juga akan disesuaikan dengan kebutuhan gaya dan gaya belajar masing-masing anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.